Vocal Technique, voice exercises, Vocal lessons, singing lessons, pitching, singing, vocal range, vocalist, olah vocal, les vocal, latihan menyanyi, belajar nyanyi, latihan vocal, latihan pernafasan, diafragma, vocalis, menghindari fals, pita suara, nada fals, vibrato.

Wednesday, July 30, 2008

Vocal Health 2

 Glottal Attack

The 'Glottis' is an opening situated at the upper part of the windpipe and between the vocal chords. It affects the modulation of the voice by contracting or dilating. During the swallowing action, it is covered by an erect cartilage at the root of the tongue known as the 'Epiglottis'.

'Glottal Stop' is the sound produced by the sudden explosive release of breath from behind the closed glottis and the term 'Glottal Attack' describes the percussive pulse from vocal cords as in a slight grunt. Three types of glottal attack are commonly recognised: breathy, normal and hard.

'Hard Glottal Attack' describes the action of the vocal folds slamming together quickly and forcefully before sound begins, causing an increase in muscular tension in the laryngeal area. It is considered a form of vocal abuse which can occur during excessive throat clearing, coughing or at the beginning of vowel sounds and frequent use can cause damage to the vocal folds (also referred to as vocal chords) including lesions and nodules.

Techniques employed by voice and speech therapists to eliminate hard glottal attack include:

Chant Talk
Similar to a religious chant, this technique is performed using a soft glottal attack (SGA) along with a recorded voice or the therapist, who gradually introduces normal speech as the patient progresses.

Chewing Technique
Practice the motions of chewing in an exaggerated manner and then gradually, over time, add random sounds, words, phrases, sentences, and conversation while slowly reducing the degree of exaggeration of the mouth movements. This exercise helps to release excess and produce natural tension in the vocal tract and laryngeal area and if done correctly encourages mouth opening and reduction of tensions in the jaw.

Yawn Technique
Practice yawning accompanied by a vocal sigh. This helps to produce a relaxed sound (often referred to as phonation) by creating normal muscular tension in the laryngeal area.

Laryngeal Massage
Massage is used to help reduce tension and the voice is no exception! A therapist will show the patient the correct method of massaging the laryngeal area on the neck to aid in reducing muscular tension.

/m/ Warm Up
To warm up the vocal folds, the consonant 'M' is spoken or sung before words. This helps to produce a gentle airflow through the larynx as the sound (phonation) begins. Read Sharon and Kellie's article on eliminating hard glottal attack, which has some excellent examples of exercises used with clinical patients.


http://www.vocalist.org.uk/glottal_attack.html

Friday, July 25, 2008

ARTIKULASI ( Pengucapan Yang Benar Dan Jelas )

Wah,, dah lama neh g posting lagi,, lagi sibuk juga. Ngurusin konter yang g kunjung berhenti dari masalah terutama tagihan. hehehehe... Oke, saya lanjut aja ya

BERNYANYI adalah “berbicara” melalui syair lagu yang memiliki notasi/melodi/irama dan birama, dan didalam syairnya terkandung pesan, cerita, ikrar dl, yang harus disampaikan kepada penonton/pendengar dan harus dapat dimengerti apa tujuan dari pesan itu.

Jika kita hanya bernyanyi sendiri (solis) masih dibantu dengan mikrofon, nah tapi jika bernyanyi lebih dari satu orang, kemudian diiringi oleh musik tertentu, akan lebih sulit untuk memahami setiap kalimat/kata yang dilantunkan jika “ARTIKULASI” tidak dilatih dengan baik. Sehingga penyanyi dan penonton sama-sama tidak dapat menikmati penampilan penyanyi, karena akan berakibat pada :
- terganggunya keindahan lagu.
- pengertian syair menjadi kabur.

So,, Bagaimana Ngatasinnya???

Sebelumnya kita udah bahas mengenai Vocal dan Konsonan, dan cara-cara pengucapan sebuah kata / kalimat lagu. Suku kata atau kata, jikapada saat membaca atau berbicara, memiliki aksen aksen tertentu dan tekanan pada bagian-bagian terrtentu. Maka pada saat bernyanyi, tekanan/aksen tersebut harus mengabdi pada melodi lagu

Pada saat memulai kalimat lagu, yang menjadi perhatian kita adalah “huruf” apa yang pertama diucapkan, sehingga penyanyi dapat mempersiapkan ‘ucapannya”sesuai dengan cara pngucapan masing masing huruf. Karena jika tidak demikian, icapan menjadi tidak jelas, karena terburu-buru untuk mengucapkannya

Harus diperhatikan beberapa konsonan, yang jika diucapkan akan mengakibatkan pemborosan pada “nafas” misalnya konsonan [H] dan konsonan [S]. Jika kedua konsonan ini ada pada saat awal lagu, upayakan segera menutupnya dengan “vocal” yang mengikutinya. Demikian juga jika kedua konsonan ini ada ditengah kalimat lagu, akan lebih merepotkan karena tujuan kita untuk menyambung kalimat lagu menjadi terganggu.

Jika pada awal lagu dimulai dengan huruf “VOCAL”, misalnya INDONESIA RAYA dsb, Harus diupayakan agar “vocal” ini diawali dengan konsonan tertentu, misalnya dengan konsonan [M, N atau H] agar tidak terkesan meledak pada saat mengucapkannya.

Memberikan perhatian khusus pada pengucapan beberapa konsonan yang hampir sama, antara lain:
a. antara M dan N serta NG
b. antara G dan K
c. antara T dan D
d. antara B dan P, yang hanya dibedakan oleh besar kecilnya ledakan yang dicipyakan pada saat mengucapkaannya.

Menyambung kata dan suku kata, menjadi satu kesatuan yang diucapkan denga mengalir, khususnya jika terdapat dua konsonan sejajar atau berdekatan. Jangan sampai salah satunya tertinggal atau tidak terucapkan.

Bila satu kata ditutup dengan huruf nasal/sengau, maka sebaiknya konsonan sengau tersebut diucapkan secara singkat pada saat akan mengakhiri kalimat, atau sejenak menjelang awal istirahat berikutnya. Dengan kata lain, penahanan bunyi diberikan pada vocal yang mendahuluinya.

Berhati-hati lah dengan konsonan semu, yang timbul pada saat memulai kalimat atau mengakhiri kalimat yang disebabkan oleh beberapa faktor, agar dihindari dengan baik. Misalnya pada pengucapan :
a. besok menjadi mbesok
b. sebab menjadi sebabh

Konsonan R, M, N, dan NG serta beberapa konsonan lainnya yang menutup kata, sering tidak terdengar diucapkan, khususnya pada ending lagu. Jangan menutup bunyi sebelum konsonan ini terucapkan dengan benar.  Misalnya :
- dengan menjadi denga
- lahir menjadi lahi
- bersyukur menjadi bersyuku
dst

Adanya huruf dipotong atau umlaud, yaitu dua buah vocal yang berdekatan, misalnya : AU-OE UI-AI dst, seharusnya tidak dipisahkan mengucapkannya. Akan tetapi harus disambung dan ditekan/aksen diberikan pada vocal pertama, sedangkan vocal berikutnya hanya melintas saja, yang ditandai dengan pergeseran alat artikulasi pada saat mengucapkannya.

Vocal yang dinyanyikan dengan beberapa notasi yang biasa disebut “legato” harus dijaga agar keutuhan & keberadaan setiap nada tetap terdengar dengan jelas. Untuk mengatasinya dapat dilakukan dengan menambahkan konsonan “H” secara samar-samar (tidak terdengar keluar) pada setiap perpindahan nada atau notasi dsb.

Nah,, selamat berlatih buat teman teman semua... Yang rajin yah..

Thursday, July 24, 2008

Vocal Health

Sooner or later we all succumb to an illness that affects our ability to perform. So where do you go to find information and solutions on anything from the common cold through to serious vocal problems?

Colds, Flu, Hoarseness and Voice Loss

There have been several questions about what to do when contracting viral infections and the subsequent hoarseness and voice loss so I thought it would be helpful to include a section here for anyone suffering!! I am Not a Doctor or Medical Practitioner and advise professional attention should always be sought, however as a regular sufferer of Flu, Laryngitis, Pneumonia, and Bronchial complaints I can provide a few tips!! Regardless of the infection contracted or even if you experience hoarseness and loss of voice through strain/stress the following should aid in prevention and/or recovery.

Drink plenty of Water.

Avoid Tea, Coffee, Cream & Alcohol before singing as these can have a dehydrating effect.

Take Vitamin C tablets or eat fruits/vegetables rich in Vitamin C to aid your bodies natural defenses. Hot Lemon & Honey or Blackcurrant both contain vitamin C and anti-viral properties and fresh ginger has natural anti-inflammatory properties - grate a little ginger and add it to hot water, sweeten with honey if required.

REST!!

Severe, violent coughing can injure the vocal folds. Cough Syrup and Lozenges can help, Vocalzone are good and reliable sources have informed me that Slippery Elm lozenges and other products are used by some singers to soothe the throat in the US. Triogesic Tablets relieves conjestion, prevents coughing and is available from most Chemists although it should not be taken with any other paracetamol products or decongestants and should be avoided by pregnant or nursing mothers and Dextromethorphan based products also help to suppress coughing although some people may experience dizziness.

Hot Water Steam Inhalation, with or without a few drops of Eucalyptus, Peppermint or other Essential Oil helps to clear the sinuses. Many proprietry brands like Karvol, Olbas Oil and Vicks Vaporub use aromatherapy oils as their main ingredient but you should be careful using these products as menthol can have a drying effect.... use sparingly.

Do NOT attempt to Sing and avoid Talking until all medication is finished to allow the inflammation an opportunity to reduce.

On recovery start with some gentle humming for 5-10 minutes at a time and slowly build up to a few vocal exercises in your mid-range gradually expanding the range over several days. The rate of recovery will depend on the severity of illness and how experienced a singer you are. Any recurrance of hoarseness stop and rest the voice for another couple of days.


I realise that this is easier said than done, especially when an important gig is due!! However, weighing the importance of the booking against the potential damage to your vocal health is a must..........

Recommended for all singers to lubricate the vocal chords are Vocalzone throat pastille. Recommended for relief of irritations due to excessive speaking, singing (professional, amateur or karaoke) or smoking and aid in soothing dry irritated throats. The website allows direct ordering by credit card.

The National Center for Voice and Speech has an excellent site providing information on Frequently Prescribed Medications and Effects on Voice and Speech with more than 200 of the most frequently prescribed medications in the U.S. listed in alphabetical order with additional information about each medication and any known effect on voice or speech.


http://www.vocalist.org.uk/vocal_health.html

Sunday, July 6, 2008

Menyanyikan Nada Dengan Tepat ( Intonasi )


Kebanyakan orang biasa bisa bernyanyi lagu apa saja, baik di tempat kerja event sekolah,ataupun acara acara tertentu, mereka memberanikan dan menobatkan diri mereka sebagai seorang PENYANYI. Tapi, selalu gagal membidik nada jika dihadapkan pada suatu latihan atau perlombaan tertentu seperti lagu lagu baru yang belum pernah didengar, namun tersedia pada reportator atau partitur.


Akibatnya, mereka hanya bisa menyanyikan sebuah lagu yang telah ada dalam bentuk cassette dan dilatih hanya secara lisan dengan mengandalkan pendengaran saja. Efek sampingnya juga masih banyak terdengar nada fals pada saat mereka bernyanyi. Intinya seh mereka hanya ingin jadi penyanyi dengan jalan pintas dan instant.


Ok, sebagaimana kita ketahui, notasi terbagi menjadi dua jenis, yaitu :

  1. Notasi Balok, yang ditulis dengan simbol dan diberi nama dengan huruf, dan diletakkan didalam 5 buah garis yang disebut paranada.

Notasi ditulis dengan huruf yaitu :

C – D – E – F – G – A – B – C ( diatonis )

dan

C – Cis/Des – D – Dis/Es – E – F – Fis/Ges – G – Gis/As – A – Ais/Bes – B – C

( yang disebut tangga nada chromatic, dimana jarak tiap nada ½ laras ).


  1. Notasi Angka, yang ditulis dalam bentuk angka :

1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6 – 7 – 1 ( diatonis )

dan

1 – (1/2 ) – 2 – ( 2/3 ) – 3 – 4 – ( 4/5 ) – 5 – ( 5/6 ) – 6 – ( 6/7 ) – 7 – 1


Notasi seperti tersebut diatas mempunyai nilai tertentu, yang selalu dikaitkan dengan IRAMA dan BIRAMA, yang telah disepakati dan berlaku umum. Birama yang kita tahu antara lain :


2/4 – 3/4 - 4/4 – 6/4 – 9/4 – 6/8 dst,


Masing masingnya menjadi batasan untuk menentukan dan mengetahui ketukan yang terdapat didalamnya.


Untuk dapat menyanyikan notasi lagu dengan benar , kita harus membiasakan diri untuk membaca, memainkannya dengan suara sendiri dan memahami interval – interval atau jarak antara nada yang ditulis. Makanya solusi yang terbaik itu adalah dengan banyak banyak latihan.


Sebagai bahan untuk kita latihan, saya telah menyajikannya dalam posting yang berbeda. Dapat kamu pelajari dimulai dari sini sampai pelajaran yang berikutnya. Memang ini adalah pelajaran yang rumit dan agak membosankan, tapi percayalah dengan latihan ini tanpa kamu sadari PITCH CONTROL kamu akan jauh lebih baik. Dan ini akan menjadikan kamu seorang penyanyi yang profesional. SELAMAT MENCOBA

Vote Untuk Blog Ini

Top Blogs